Showing posts with label BISNIS. Show all posts
Showing posts with label BISNIS. Show all posts

Saturday, 11 March 2017

HARGAILAH PEKERJAAN KITA SAAT INI


HARGAILAHPEKERJAAN SAAT INI KARENA DILUAR MASIH BANYAK YANG LELAH MENCARI KERJA.

Ketika kita sudah mempunyai sebuah pekerjaan maka hargailah apapun itu yang terpenting adalah halal. Saat kita merasa bosan dan mengeluh karena merasa terbebani dengan pekerjaan yang kita geluti maka renungkanlah sejenak bahwa  masih banyak orang yang sibuk mencari pekerjaan.

Coba fokuslah pada pekerjaan kita sekarang dan berilah yang terbaik untuk tempat kita bekerja dengan berinovasi supaya sesuatu berharga hadir disana walaupun gajimu cuma sedikit dan jangan sekali-kali menganggap sepele yang kita kerjakan karena sesuatu yang berharga adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

HARGAILAH PEKERJAAN SAAT INI KARENA MASIH MENGHASILKAN GAJI YANG HALAL.

Pekerjaan adalah pekerjaan yang baik dan benar. Masih banyak orang yang sudah melenceng dalam mencari Rezki jauh dari harapan halal asalkan mendapat uang, sungguh ironi dunia ini kadang-kadang demi uang kebaikan tidak terlalu diperhatikan.

Kita harus hargai itu akan sebuah pekerjaan dengan segala kerendahan hati Allah masih memberi kita kemudahan Rezki yang halal dengan sebuah pekerjaan yang halal pula maka nikmatilah.

HARGAILAH PEKERJAAN SAAT INI KARENA DILUAR MASIH BANYAK YANG BERPANAS-PANASAN MENCARI KERJA.

Bergairahlah atas pekerjaanmu, hilangkan sikap sombong dan bersabarlah serta jangan selalu mengeluh dalam pekerjaanmu, sebab diluar sana ada yang berpanas-panasan dan kelelahan karena harus kesana kemari mencari pekerjaan. 

Bukankah itu menjadi satu acuan kita agar selalu melihat dari sisi baiknya?  Walau mungkin kita merasa gaji yang sekarang tidak cukup cocok dengan pekerjaan yang kita lakukan itu.

HARGAILAH PEKERJAAN SAAT INI MAKA BEKERJALAH DENGAN SEPENUH HATI.

Apapun pekerjaanmu dan siapapun atasanmu tetaplah bersungguh-sungguhlah dalam mengerjakan pekerjaanmu, walaupun kadang kita tidak diperhitungkan sama sekali. Setiap orang pasti merasa pekerjaannyalah yang paling penting yang menjadi urat nadi, kadang kala beranggapan karena hanya merekalah  yang bekerja yang menjadi urat nadi, ada juga yang beanggapan karena merekalah hingga berhasil seperti ini jika tidak, apa jadi nantinya.

Sungguh aneh pemikiran jaman sekarang bekerja bersama tapi tidak dianggap karena masin-masing MERASA AKULAH YANG MELAKUKANNYA, dengan bersikap seperti itu dimanapun kita akan bekerja, tetap saja tak akan merasakan kebahagian atau tak bisa menikmati dengan sepenuh hati pekerjaan yang kita miliki saat ini.

HARGAILAH PEKERJAAN SAAT INI KARENA DILUAR SANA BANYAK ORANG INGIN PEKERJAAN TANPA PEDULI JABATAN.

Hargailah dan jangan pernah merasa rendah karena jabatan kita yang dinilai rendahan atau dipandang sebelah mata. Sebab mendapat jabatan atau tidak ditempat kerja, sama-sama memiliki keterkaitan satu sama lain, ketika salah satunya tidak berfungsi atau berjalan tidak semestinya pasti akan memiliki dampak yang tidak baik untuk masing-masing terutama untuk tempat kita bekerja.

Dedikasi tinggi bukan sesuatu yang sakral sekarang ini mengingat pendidikan sudah betebaran di muka bumi ini.Acap kali kita merasa dedikasi tinggi jabatan tingggi sehingga terjadilah seperti sekarang ini dimana antara satu dengan yang lain tidak saling mendukung dan saling mengingatkan bahwa di luar sana masih banyak yang seperti kita. Padahal pendidikan mereka tinggi namun karena mereka tidak beruntung merekapun ingin memulai dari pekerjaan yang paling bawah.

DIMANAPUN KITA BEKERJA PASTI AKAN MENEMUKANBREKANBKERJA YANG IRI PADAMU.

Dunia pekerjaan itu kebanyakan sama saja, dimanapun kamu bekerja pasti ada yag iri padamu, jadi jangan merasa tidak betah ditempat kerja hanya karena ada yang iri padamu. Kalau ada yang iri itu tandanya pekerjaanmu lebih baik, dan kamu dinilai lebih cocok atau dianggap bisa mendapatkan perhatian atasanmu karena bagus dalam pekerjaan. 

Jangan pedulikan mereka yang iri padamu. Serahkan saja pada Allah SWT karena hanya Allah yang mampu menyelesaikan semuanya dengan baik dan bijaksana. Akhir kata hanya satu tiada daya dan upaya melakukan hanya Allah SWT. Amin ya rabbal Alamin.

Read More

Wednesday, 1 March 2017

KREDIT PERBANKAN


JANGAN SENANG DULU.....!!!!!!


Saya memang bukan pakar hukum atau pengamat perbankan, tapi menurut pengalaman dan pengamatan saya masalah tentang pengambilan dan pembayaran kredit, itu selalu bersumber dari ketidakpahaman debitur (nasabah) tentang ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam butir-butir pasal perjanjian kredit.

Tentu saja ini bukan semata-mata kesalahan nasabah, terkadang pihak kreditur (petugas yang menyalurkan pinjaman) itu sendiri yang enggan menjelaskan atau sengaja menutup-nutupi hal-hal yang mungkin akan menjadikan nasabah urung mengambil kredit dari bank tersebut. Hanya karena mengejar target omset, petugas bank tersebut mengabaikan hak-hak nasabah yang sebetulnya bisa menjadi bumerang bagi dirinya sendiri, karena permasalahan yang timbul di belakang hari juga akan menjadi beban petugas yang bersangkutan. 
      
Di lain pihak, nasabah sendiri terkadang tidak terlalu mempedulikan isi perjanjian kredit yang ditandatanganinya, mungkin karena terdesak oleh kebutuhan atau karena terlalu percaya saja dengan penjelasan petugas bank, walaupun sebenarnya petugas tersebut tidak berbohong, hanya tidak menjelaskan secara keseluruhan isi dari perjanjian kredit tersebut. 

Berikut, beberapa hal yang menurut hemat saya wajib diketahui calon nasabah/debitur sebelum memutuskan untuk mengambil kredit di lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank. 
(  1  ). Tarif bunga dan sistem perhitungannya. 

Tanyakan berapa persen bunga yang dikenakan, dan bagaimana sistem perhitungannya. Ada 2 cara perhitungan bunga yaitu flat (bunga tetap) dan anuitas (bunga menurun). Kedua sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing. 

Bunga tetap adalah bunga yang dikenakan sama setiap bulan, 
Contoh perhitungan bunga tetap: Pinjaman pokok 60 juta, jangka waktu 48 bulan, tarif bunga 1% per bulan flat Besarnya angsuran pokok 60.000.000 : 48 = 1.250.000 Bunga per bulan 1% X 60.000.000 = 600.000 Jumlah angsuran per bulan 1.850.000

sedangkan bunga menurun adalah bunga yang dibebankan lebih besar di awal dan akan semakin kecil di angsuran bulan.
Contoh perhitungan bunga menurun : Pinjaman pokok 60 juta, jangka waktu 48 bulan, tarifbunga 12% per tahun, sistem menurun. Besarnya angsuran yang dikenakan pada nasabah per bulan sama dengan sistim flat, namun yang berbeda adalah komposisinya. Dan itu tergantung kebijakan masing-masing lembaga yang menyalurkan kredit. Yang pasti pada setoran awal komposisi bunga lebih besar dari pokok pinjaman dan akan berangsur-angsur menurun di bulan-berikutnya. 

(  2  ). Tanyakanlah biaya apa saja yang akan dikenakan, dan berapa total biaya tersebut.

Biaya administrasi Hampir setiap lembaga penyaluran kredit mengenakan biaya administrasi (termasuk asuransi, provisi, biaya survei dll.).  Jangan hanya tergiur oleh tarif bunga yang rendah, padahal lembaga tersebut menetapkan biaya administrasi yang sangat tinggi, ini merupakan siasat dagang lembaga perkreditan. 

(  3  ). Denda Keterlambatan

Tarif bunga yang rendah biasanya diimbangi dengan biaya administrasi yang tinggi guna mencapai laba yang dikehendaki. Atau bisa saja sebaliknya, lembaga tersebut mempromosikan diri, bebas biaya administrasi, tapi mengenakan tarif bunga tinggi. Tarif dan sistem perhitungan denda keterlambatan. Denda keterlambatan juga penting untuk dijadikan pertimbangan dalam memilih lembaga kredit, karena nasabah bisa terlilit hutang karena menyepelekan hal ini. 

Denda yang dikenakan biasanya bertujuan untuk mendisiplinkan nasabah dalam membayar angsuran, di samping juga sebagai tambahan pemasukan bagi lembaga penyalur kredit. Coba kita hitung, andai tarif denda yang dikenakan adalah 1% per hari dari jumlah angsuran, dengan contoh kredit di atas, berarti denda yang harus dibayar bila ia terlambat membayar selama 30 hari adalah 1% x 1.850.00x30 = Rp.555.000, angka yang hampir sebanding dengan bunga yang dikenakan dalam sebulan bukan? Karena itu perhatikan betul tanggal jatuh tempo pembayaran, agar kita tidak makin terbebani oleh besarnya denda tersebut. 

(  4  ). Sistem Pelunasan Dipercepat Pelunasan dipercepat, adalah pelunasan yang dilakukan sebelum jangka waktu kredit berakhir. Walau terlihat sepele dan jarang dipertanyakan oleh calon nasabah, tapi sistem ini penting untuk diperhatikan, karena setiap lembaga keuangan mempunyai sistem atau aturan berbeda-beda dalam penerapanya. Ada lembaga keuangan yang menerapkan sistem discount bunga, namun ada juga yang justru malah mengenakan denda pinalty pada pelunasan dipercepat. Pada sistem discount, total yang dibayar nasabah saat pelunasan dipercepat akan lebih kecil dari total angsuran yang dibayar seharusnya. Sebaliknya pada sistim pinalty, nasabah akan dikenakan denda apabila melunasi sebelum waktunya, sehingga jumlah uang yang harus dibayar lebih besar dari sisa angsuran yang sebenarnya. 
Contoh untuk asumsi kredit seperti di atas, menetapkan pinalty 5% dari sisa angsuran. Maka, bila kredit tersebut dilunasi di bulan ke-21 (nasabah telah membayar 20x angsuran), jumlah yang harus dibayar adalah 28x1.850.000 = 51.800.000 ditambah 5% dari jumlah tersebut (5%x51.850.000 = 2.590.000) berarti total yang harus dibayar 51.800.000+2.590.000=54.390.000 Angka yang cukup mengerikan bukan? Mengingat nasabah telah melakukan pembayaran sebanyak 20 kali, dari jumlah pokok hutang yang hanya 60 juta rupiah. 

Mengingat hal tersebut, saya menghimbau agar masyarakat awam lebih berhati-hati dan bijak dalam berhutang. Perhitungkan masak-masak risiko yang akan terjadi bila kelak tak mampu melakukan pembayaran/pelunasan kreditnya. Saya menyarankan sebaiknya memilih lembaga keuangan pemerintah ketimbang swasta, karena walaupun prosedur dan persyaratanya lebih rumit, lembaga keuangan pemerintah biasanya menerapkan tarif bunga yang lebih rendah. Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam.

Read More